Saturday, 5 November 2011

BPTOA

  I.            PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) telah menghasilkan inovasi teknologi komoditas obat dan aromatik meliputi: benih varietas unggul, teknik budidaya, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan teknologi pasca panen. Akan tetapi inovasi teknologi tersebut belum optimal dimanfaatkan oleh praktisi pertanian/perkebunan untuk meningkatkan produktivitas, mutu dan sekaligus daya saing produk. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya kegiatan sosialisasi guna mempromosikan inovasi teknologi tersebut ke masyarakat.
Dalam upaya mendukung pengembangan agribisnis tanaman obat dan aromatik, Balittro melalui Koordinator Alih Teknologi (KAT) melaksanakan kegiatan Magang Teknologi Tanaman Obat dan Aromatik (TOA) yang penyelenggaraannya dapat direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan alokasi waktu pengguna.
Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.
Tercatat pada tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang yang pertama yang mendaki Gunung Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), J.E. Teijsmann (1839), A.R. Wallace (1861), S.H. Koorders (1890), M. Treub (1891), W.M. Docters van Leeuwen (1911); dan C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku The Mountain Flora of Java yang diterbitkan tahun 1972.
Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

Telaga Biru. Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
Air terjun Cibeureum. Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
Air Panas. Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam perjalanan dari Cibodas.
Kandang Batu dan Kandang Badak. Untuk kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.
Kebun Raya Cibodas merupakan institusi yang memiliki koleksi tumbuhan hidup untuk tujuan konservasi penelitian, pendidikan dan display koleksi. Disana terdapat 6728 jenis tanaman.
Kebun Raya Cibodas didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh ahli botany Belanda “ Johanner Ellras Teijsmman” dengan luas 86,5 hektar terletak dikaki Gunung Gede Pangrango dengan suhu 18-20o C yang mempunyai ketinggian 1425 meter. Mempunyai curah hujan berkisar 2950 mm/th dengan rata-rata kelembapan 90%.
B.     Tujuan
·        menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menguasai penerapan teknologi pengembangan komoditas obat dan aromatik.
·        Mengetahui dan memahami jenis-jenis tanaman liar yang mempunyai khasiat sebagai bahan baku obat.
·        Mengklasifikasikan tanaman-tanaman liar yang mempunyai
















II.            METODOLOGI
A.     Tempat dan waktu :
·        Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik ( BALITTRO )
 Jl. Tentara Pelajar N0. 3 Bogor 16111
Tel. 0251- 8321879/Fax. 0251- 8327010
-          Jum’at , 14 januari 2011 pukul : 13.00 – 15.00 WIB
·         Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( TNGP )
Jl. Raya Cibodas Cipanas, Cianjur
Jawa Barat , Indonesia 43253
-          Sabtu, 15 Januari 2011 pukul : 07.30 – 12.00 WIB
·         Kebun Raya Cibodas ( KRC )
Jl. Raya Cibodas Cipanas, Cianjur        
Jawa Barat , Indonesia 43253
-          Minggu, 16 Januari 2011  Pukul : 07.00 – 10.00 WIB

B.     Metode Pengamatan
Mengobservasi tanaman obat yang ditanam di BALITTRO dan KRC serta mengamati tanaman yang tumbuh di TNGP.
Cara kerja Pengamatan
1.      Mengamati morfologi tanaman obat secara langsung dilokasi-lokasi tertentu atau plot-plot yang telah ditentukan.
2.      Mencatat dalam lembar kerja pengamatan yang meliputi : bentuk daun, pertulangan daun, ujung daun, dll.
3.      Mengambil gambar tumbuhan yang telah diamati dengan teknik pengambilan gambar yang baik.
4.      Mencari nama lain, klasifikasi dan khasiat obat dari tanaman yang kita telah amati.
5.      Hasil pengamatan dipresentasikan dan dibuat laporan.


No comments:

Post a Comment