Sunday, 20 January 2013

TUGAS SO ANTITUSIF


TUGAS SPESIALIT OBAT
ANTITUSIF

Disusun oleh :
Hafilia Haznawati  (0904015115)
                             Yuliani                 (0904015291)



Kelas/Semester: 5B



UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
JAKARTA
2012
ANTITUSIF (Pereda batuk kering)
§  Fisiologi Batuk
Batuk adalah suatu reflek fisiologi yang dapat berlangsung baik dalam keadaaan sehat maupun sakit. Reflek tersebut terjadi lazimnya karena adanya rangsangan pada selaput lendir pernapasan yang terletak di beberapa bagian dari tenggorokan dan cabang – cabangnya. Reflek tadi berfungsi mengeluarkan dan membersihkan saluran pernafasan dari zat – zat perangsang itu, sehingga merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh.
§  Sebab – sebab batuk
Reflek batuk dapat ditimbulkan oleh karena radang (infeksi saluran pernapasan, alergi), sebab – sebab mekanis (debu), perubahan suhu yang mendadak dan rangsangan kimia (gas, bau – bauan). Batuk (penyakit) terutama disebabkan oleh infeksi virus, misal virus influenza dan bakteri. Batuk dapat pula merupakan gejala yang lazim pada penyakit tifus, radang paru – paru, tumor saluran pernapasan, dekompensasi jantung, asam atau dapat pula merupakan kebiasaan.
§  Pengobatan
Antitusif digunakan untuk pengobatan  batuk yang tidak produktif yaitu batuk yang tidak berguna sehingga harus ditekan. Obat antitusif berfungsi menghambat atau menekan batuk dengan menekan pusat batuk serta meningkatkan ambang rangsang sehingga akan mengurangi iritasi. Obat ini dapat bekerja sentral atau perifer. Antitusif yang bekerja sentral terbagi menjadi golongan narkotik dan non narkotik.
Penggolongan Obat batuk dibagi dalam dua golongan besar:
a.       Zat – zat yang bekerja sentral
Zat – zat ini menekan rangsangan batuk di pusat batuk yang terletak di sumsum lanjutan (medula) dan mungkin juga bekerja di otak dengan efek menenangkan. Zat ini terbagi atas:
ü  Zat – zat adiktif (Narkotik), yaitu Pulvis Opii, Pulvis Doveri dan Codein. Karena dapat menimbulkan ketagihan, penggunaannya harus hati – hati.
ü  Zat – zat non adiktif (Non Narkotik), yaitu Noskapin, Dekstrometorfan, Pentoksiverin, Prometazin dan Dipenhidramin.
b.      Zat – zat yang bekerja perifer
Obat ini bekerja di luar SSP, dan dapat dibagi atas beberapa kelompok, yaitu:
ü  Emolliensia, zat ini memperlunak rangsangan batuk, memperlicin tenggorokan sehingga tidak kering dan melunakkan selaput lendir yang teriritasi. Contohnya syrup thymi, zat – zat lendir ( seperti infus carrageen), akar manis.
ü  Ekspektoransia, zat ini memperbanyak produksi dahak (yang encer) dan mengurangi kekentalannya sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk. Termasuk di dalamnya adalah Kalium Iodida, Amonium Klorida, Kreosot, Guaiakol, Ipeka dan minyak – minyak atsiri.
ü  Mukolitika, zat ini bekerja mengurangi viskositas dahak (mengencerkan dahak) dan mengeluarkannya. Zat ini efektif digunakan untuk batuk dengan dahak yang kental. Contohnya Asetilkarbosistein, Bromheksin, Mesna, Ambroksol.
ü  Zat – zat pereda, zat ini meredakan batuk dengan cara menghambat reseptor sensible di saluran nafas. Contohnya Oksolamin dan Tipepidin.
§  Antitusif narkotik
1)      Kodein
Mempunyai efek yaitu
ü  Antitusif
ü  Analgesik dan sedatif
ü  Potensi adiksi kecil
Farmakokinetik
ü  Absorbsi oral baik, efek timbul 1-2 jam, durasi 4-6 jam.
ü  Dalam jumlah kecil ditemukan dalam ASI
ü  Metabolisme tidak untuk di hati
ü  Ekskresi tidak untuk melaui urin
Efek samping             
ü  Dalam dosis terapi jarang timbul efek samping
ü  Konstipasi timbul pada dosis 100-150 mg
ü  Depresi pernapasan timbul pada dosis 60 mg
ü  Dosis fatal 800-1000 mg
Indikasi                      
ü  Batuk Kering

§  Antitusif non narkotik
1)      Dekstrometorfan
Mempunyai efek yaitu
ü  Potensi antitusif sama dengan kodein
ü  Tdk mempunyai efek analgesik, sedasi dan adiksi
Efek samping             
ü  Mual, muntah, sakit kepala, penekanan aktivitas silia pada dosis besar.
2)      Noskapin
Mempunyai efek yaitu
ü  Efek antitusif sama dengan kodein
ü  Tidak memiliki efek analgesik dan adiksi
Efek samping             
ü  Tidak untuk konstipasi ringan
ü  Depresi jantung pada dosis besar.
3)      Difenhidramin
Mempunyai efek yaitu
ü  Antitusif                                       
ü  Antihistamin yang kuat
ü  Sedatif
ü  Antikolinergik
ü  Spasmodik
ü  Antiemetika
ü  Antivertigo
ü  Obat mabuk perjalanan
ü  Anti gatal – gatal karena alergi
ü  Dan obat tambahan pada penyakit Parkinson
Efek samping             
ü  Mengantuk

§  Antitusif perifer
E Anestesi lokal                   
ü  Lidokain, lignokain
E Mekanisme kerja  
ü  Anestesi lokal di mukosa saluran napas.
ü  Biasanya digunakan secara  inhalasi
ü  Efektif pada batuk yg bandel
E Efek samping
ü  Aspirasi, alergi, aritmia dan kejang








No comments:

Post a Comment