Saturday, 15 December 2012

Anti Jamur


Anti Jamur (Fungistatika/ Antifungi)
Adalah obat – obat yang digunakan untuk menghilangkan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Infeksi oleh jamur dapat terjadi pada:
Kulit oleh dermatofit
§  Selaput lendir mulut, bronchi, usus dan vagina oleh jenis ragi yang disebut candida albicans.
Salah satu sebab meluasnya infeksi oleh fungi ialah meningkatnya pemakaian antibiotic spectrum luas, atau pemakaian kortikosteroid yang kurang tepat. Factor hygiene juga sangat mempengaruhi penyebaran infeksi oleh fungi. Infeksi jamur sering berkaitan dengan gangguan daya tahan tubuh, bila daya tahan tubuh turun, maka pengobatan jamur sering mengalami kegagalan.
Penggolongan
1.      Antibiotika (griseofulvin, amfoterisin, nistatin)
2.      Asam – asam organic (asam salisilat,asam benzoate, asam undesilinat)
3.      Derivate imidazol (ketokonazol, klotrimazol, mikonazol)
Obat generic, indikasi, kontra indikasi, efek samping
1.      Griseofulvin
Dihasilkan oleh Penisillium Griseofulvinum, berkhasiat fungistatik pada penggunaan oral terhadap banyak dermatofit, efektif  untuk mengobati infeksi kulit dan kuku yang menahun, penyembuhan berlangsung sangat perlahan. 
2.      Nistatin
Berasal dari streptomyces moursei
Indikasi                       : Kandidiasis (stomatitis, sariawan pada mulut, vaginitis pada
                                                  vagina)
Kontra Indikasi           : -
Efek samping              : Mual, muntah diare (diberikan peroral), iritasi local pada
                                                  pemakaian topikal. 
Sediaan                       : Nistatin (generic) tab 500.000 UI.
3.      Amfoterisin B
Dihasilkan oleh Streptomyces nodosus
Indikasi                       : Kandidiasis intestinal
Kontra Indikasi           : -
Efek samping              : Anoreksia, mual, muntah diare, sakit kepala.
Sediaan                       : (generic).
4.      Asam salisilat
Asam organic berkhasiat fungisida, dalam salep konsentrasi 3- 6 % juga bersifat keratolitik (melarutkan lapisan tanduk kulit, konsentrasi 5 – 10 %).
5.      Mikonazol
Merupakan derivate imidazol dengan khasiat fungisida kuat.
Indikasi                       : Terapi topikal tinea pedis, kandidiasis kulit.
Kontra Indikasi           : Hipersensitivitas
Efek samping              : Rasa terbakar, kemerahan. Bila efek samping sangat
                                      mengganggu pemakaian harus dihentikan.
Sediaan                       : Mikonazole nitrat (generic), krim, serbuk warna putih.
6.      Ketokonazol
Indikasi                       : Kandidiasis mukosa resisten yang kronis, mukosa saluran
                                      cerna, kandidiasis vaginal, infeksi dermatofit pada kulit atau
                                      kuku tangan.
Kontra Indikasi           : Gangguan hati, kehamilan, dan menyusui.
Efek samping              : mual, muntah nyeri perut, sakit kepala, ruam, urtikaria,
                                      pruritis.
Sediaan                       : ketokonazol (generic) tablet 200mg

No comments:

Post a Comment